Saturday, January 7, 2017

Tips! Pergi Ke Jepang Sendiri!

 Konnichiwa (again)
Seperti yang aku pernah katakan di blog ku sebelumnya, aku janjiin tentang tips-tips buat minna-san yang pingin ke Jepang sendiri.
Oke…
Kalau dari pengalaman ku sendiri waktu ke Jepang bulan Oktober 2016 lalu.
Waktu itu, kebetulan aku dapat tiketnya pas lagi ada promo Garuda Indonesia (aku lupa bulannya), sepertinya sekitar Juni-Juli gitu deh... seinget ku... (maaf kalau salah).
Nah ngomong-ngomong tips! Kalau minna-san pergi ke Jepang beberapa hal yang bisa jadi refrensi buat minnasan.

1. sebelum beli tiket, rencanakan dengan matang:
- Berapa lama hari yang minna-san perlukan untuk menikmati negeri Sakura.
- Kemana saja tempat yang ingin minna-san inginkan.
- Sebelum beli tiket! Cek dahulu kondisi iklimnya.
Karena seperti pengalaman ku waktu bulan Oktober itu, aku berencana untuk ke Jepang bulan pertengahan Oktober untuk bisa melihat momiji, tapi karena perkiraan yang tidak tepat, ternyata pas aku cek di website untuk perkiraan iklim dan musim disana, ternyata antara satu daerah di Jepang dengan daerah di Jepang yang lain ternyata momiji nya tidak serentak. Jadi pas aku lihat di website nya ternyata tempat yang momiji nya sudah merah hanya dari Hokkaido sampai Nikko saja. Sedangkan untuk Tokyo sampai selatan Jepang, masih dikatakan baru memasuki musim gugur. Jadi memang disana perubahan musimnya tidak terjadi secara serentak. Jadi menurutku alangkah baiknya jika sebelum berpegian atau bahkan membeli tiket, pastikan dulu musimnya.
Jadi, misalnya minna-san ingin pergi ke Jepang dengan tujuan untuk melihat sakura, sebaiknya coba cek di website ini: http://www.japan-guide.com/e/e2011_when.html , untuk memastikan kapan minna-san bisa melihat sakura. Jadi minna-san nanti ga akan takut kecewa datang pas timingnya ga tepat.
- Coba cek, apakah di tanggal-tanggal pas minna-san pergi kesana ada festival (matsuri) yang akan diadakan tidak?
Misalnya waktu akau di Jepang bulan Oktober lalu, kebetulan tanggal 22 Oktobernya ada Jidai Matsuri (untuk keterangan Matsuri bisa lihat di blog tentang Festival di Jepang), nah sekilah info aja, Jidai Matsuri adalah festival yang diselenggarakan di Jepang untuk mengingat sejarah-sejarah peradaban di Jepang, jadi minna-san bisa lihat peradaban masyarakat Jepang dari era Meiji, sampai era paling kuno. :3
(untuk peradaban akan ku jelaskan di blog selanjutnya). Nah kalau untuk melihat matsuri-matsuri itu nanti akan kujelaskan di blog selanjutnya jug, tentang Matsuri di Jepang.
Balik lagi ketopik, jadi kenapa aku sarankan untuk mengecek jadwal Matsuri, karena kalau menurutku aku sangat saranin minna-san untuk coba melihat festival-festival kebudayaan mereka. Terus terang gak akan kecewa deh! Aku malah pingin lagi nontonin Matsurinya. Oh ya bocoran nih! Jidai Matsuri itu diselenggarakannya di Kyoto, festivalnya itu adalah festival parade, dan Jalurnya adalah dari istana kekaisaran di Kyoto (Kyoto Imperial Palace) sampai ke Kuil Heian. Kemarin itu jadwalnya dari jam 12 siang (Kyoto Imperial Palace) sampai 4 sore (Kuil Heian).

Jidai Matsuri:Sumber Google

 Oh ya, untuk jadwal festival tahun ini, bisa minna-san cek di website ini:


Pemandangan Momiji (sumber:google)


Balik! Ke topik awal!!
Tips lain!
Berkenaan dengan Hotel nih!
1. Kalau hotel aku saranin cek lewat https://www.agoda.com/id-id/?cid=1753795, karena menurutku ini website cukup bisa depercaya, dan harganya lumayan sesuai dengan hati dan dompet. Untuk Hotel klo kalian ke Tokyo Aku saranin Sotetsu Fresa Inn Tokyo Kyobashi, karena selain harganya masih enak di dompet, tempatnya juga enak banget! Dekat dengan stasiun Tokyo. Selain itu dekat Daimaru. Hehehehe…
Oh ya ngomong-ngomong Daimaru, kalian pasti bertanya-tanya, apa itu Daimaru?
Daimaru itu ibarat department store nya khusus makanan, jadi ibarat kalau disini departemen store kayak Sogo dan Matahari isinya baju semua. Nah Kalau di Daimaru itu isinya makanan semua! WOW! Dan di stasiun Tokyo, Daimaru ada di Basement, dan Daimaru ada dua lantai, dan isinya makanan semua!
Tapi… jangan harap bisa makan di tempat… karena ga ada tempat duduk sama sekali. 
T-T
Jadi kalau mau makan, bisanya dibungkus, dan bawa balik ke hotel.
(selanjutnya tentang Daimaru akan ku jelasin di blog ku yang lain tentang spot2 asik di Jepang)
Daimaru at Tokyo Station (sumber: Google)

2. Ah! Selain itu, kalau menurut saranku, sebaiknya pilihlah hotel yang dekat dengan stasiun atau tempat makan, atau dekat dengan destinasi tujuan minnasan.
3. Kalau kalian ke Fuji, aku sangat sarankan Ryokan Shiki No Yado Mt. Fuji, tempatnya bagus banget! Depan hotel danau Kawaguchi, salah satu danau terbesar dan terkenal di Jepang, dan mintalah kamar yang menghadap arah gunung fuji. :3{ disitu kalian bisa dapat menikmati dua pemandangan luar biasa sekaligus.), Selain itu, di hotel ini, juga ada Onsen!! Siap-sipa saling liat-liatan, hehehehehe... Oh ya, selain itu, di hotel ini, makan dijamin dua kali sehari! Jadi ga perlu khawatir ama makan pagi dan malam. karena disitu jarang ada tempat makan, selain ada satu cafe dekat dengan danau Kawaguchi, letaknya disebrang hotel. (lupa namanya).
4. Kalau Osaka, aku paling saranin IBIS Styles Osaka, karena itu tempatnya tepat dibelakang Dontobori.
Dontobori itu adalah surga kuliner di Osaka! Disitu kalian gak perlu khawatir lagi buat nyari makan, karena dari ujung keujung isinya makanan semua!! WOW! Tinggal kalian bakal pusing nyari tempat makan yang kalian pinginin. (/O3O)/{karena saking banyaknya)
Di Osaka, kalian gak perlu khawatir ga ada yang bisa bahasa Inggris. Soalnya di Osaka, apalagi di Dontobori, banyak orang asing yang jadi pekerja disitu, apa lagi kalau kalian bisa bahasa mandarin... (disana banyak orang China atau Taiwan), bahkan kalian bisa ketemu orang Indonesia juga! Kebanyakan sih pelajar. Oh ya! Bahkan disana juga sering ada turis dari Korea! (buat yang fans Korea). ;P {soalnya kadang ada AL Korea yang singgah disitu... sapa tw ada yg singgah dihati minna-san ;P)



Dontobori Osaka (sumber: Iphone sendiri)

Buat transportasi!!
Minna-san aku paling saranin kartu JR PASS, karena:
1. JR Pass, adalah kartu masuk terusan yang bisa minna-san pake tiap kali minna-san bolak-balik masuk stasiun  yang merupakan JR punya. (Jangan masuk subway! Karena itu beda)
2. JR Pass, bisa untuk minna-san beli tiket shinkansen!
Menurut pengalaman ku, bulan Oktober tahun lalu, waktu itu aku dapat situasi dimana aku cuma beli tiket shinkansen arah Tokyo-Kyoto, padahal mestinya aku juga beli untuk arah Fuji dan Nikko. Alhasil, aku harus beli tiket shinkansen lagi… pikirku… eh ternyata pas aku urus tiket shinkansen untuk dua tujuan itu, sama petugas yang mengurusi tiketnya, ternyata aku hanya perlu menunjukan kartu JR Pass dan langsung dapat tanpa perlu bayar lagi. Selain itu JR Pass juga bisa dipakai untuk semua jenis transportasi yang merupakan satu perusahaan dengan JR. Jadi kalau minna-san pakai JR Pass, minna-san gak perlu lagi bayar atau susah-susah rogoh kocek buat bayar ongkos kereta, bus, dll yang merupakan milik perusahaan JR, karena minna-san udah punya kartu terusannya, jadi cukup kasih liat aja kartu JR Pass nya.
Oh ya ngomong-ngomong JR pass…
JR Pass sendiri punya paketnya loh, selain itu juga ada ketentuannya, termasuk jenis shinkansen yang bisa minna-san dapet. Karena ga semua shinkansen, minna-san bisa dapat naiki.
Tapi tenang saja untuk urusan keretanya, semua akan tertera dalam tiket shinkansen yang minna-san dapet. So, minna-san hanya perlu mencari peron dan jadwal shinkansen yang sesua dengan jenis dan nomor shinkansen yang tertera dalam tiket minna-san.
Oh ya, untuk paket dan ketentuan tentang JR PASS, minna-san bisa lihat di website resmi dari JR PASS:
3. Suica dan Pasmo…
Jadi Suica dan Pasmo ini ibarat kartu Flash disana. Aku kurang saranin sih... apa lagi kalau minna-san sudah punya JR PASS... tapi... kalau kalian ingin, aku saranin Suica. Karena:
1. Suica punya JR, dan itu dipakai dimanapun, bahkan menurut pengalamanku bahkan sampai Nikko dan Fuji, Suica paling banyak di pakai. (Di Kyoto Juga).
2. Pasmo, hanya bisa digunakan di daerah seperti di Tokyo, jadi kurang mencakup banyak tempat di Jepang. Jadi aku kurang menyarnkan.
Oh ya, lalu apa urusannya kedua kartu itu dengan transportasi?
Fungsi kedua kartu itu sudah ku jelaskan semacam kartu flash disana, jadi dengan kartu itu minna-san bisa bayar transportasi yang memiliki lambang suica atau pasmo, hanya dengan tapping. Jadi gak perlu rogoh kocek susah-susah buat nyari receh.
(di Jepang, kalian akan lebih banyak menemukan uang koin ketimbang uang kertas. Bwahahahahaha… :P)
Jadi sebenarnya, menurutku dengan JR PASS aja, sebetulnya sudah amat cukup, kalau kalian hanya kemanapun di Jepang. Kecuali kalau kalian pergi ke daerah tertentu yang punya jenis kartu transportasi tertentu, seperti di Nikko.
Oh ya, untuk JR Pass, kalian bisa mengurusnya di agen travel, dan aku saranin di HIS, waktu itu aku belinya disana, dan memang hanya ada disana. :3{HIS itu agen travel asli dari Jepang, jadi bisa dipercaya pelayanannya. Kalau mau urus visa, dengan agen ini saja, dijamin cepat!)
Suica Card and Pasmo Card (Sumber: Google)




 






JR PASS CARD
(sumber: Iphone sendiri)









Kalau mau masuk arena main seperti Osaka Universal Studio, dan Disney Land / Disney Sea
1. tips ku! Jangan pernah kesana kalau sedang ada event apapun!
Karena seperti pengalamanku waktu itu, aku datang ke Universal Studio padahal pas hari biasa (a.k.a hari orang kerja dan sekolah), tapi tebak apa yang kulihat di pintu masuk?
Manusia yang begitu banyak menunggu mengantri tiket didepat loket… WOW!! Baik anak sekolah maupun orang kerja! Busyeet! Aku pikir juga apa mereka bolos?
Tapi ternyata! Disana memang begitu, setiap di bulan yang ada season seperti, Halloween, Natal, dsb. Tempat-tempat main seperti itu pasti akan diserbu oleh banyak orang di Jepang, tidak peduli hari libur atau hari biasa. Jadi saranku jangan kesana pas bulan-bulan yang ada seasonnya!
Eits! Tapi kalau pun kalian mau kesana, aku paling saranin buat beli tiketnya di agen travel! Seperti di HIS. :3 Jadi, pas mereka berdempet-dempet ngantri kalian tinggal masuk layaknya boss! Oh dan jangan lupa tiket terusan!! Biar bener-bener masuk wahana like a boss. :3{karena dijamin di bulan2 itu, wahana apapun ngantrinya pasti akan bikin males duluan, saking panjangnya)
2. Disney Land dan Disney Sea!
Bedanya apa??
Bedanya adalah di Disney Land kalian akan lebih banyak menemukan spot-spot buat nongkrong ketimbang main. Sedangkan buat kalian yang lebih mencari attraction, aku paling saranin buat ke Disney Sea, karena wahananya permainannya lebih banyak. Bahkan aku paling saranin banget! Kecuali minna-san mau bawa anak kecil atau orang tua yang udah ga mungkin naik jet coaster dan sebagainya, aku saranin ke Disney Land. (6O3O)
Ngomong-ngomong di Disney Sea, lebih banyak wahana ekstrim ya! Jadi hati-hati yang punya penyakit!
And bocoran nich!! Kalau di Disney Sea paradenya ga keliling jalanan, tapi keliling danau buatan! Seru abis! Soalnya bukan pake mobil gitu, tapi pake kapal! :D{keren abis!!)

Kalau makan Bebek!!
Hati-hati yang pengen makan bebek di sana! Yang ada kalian bukannya dapet dagingnya, malah cuma dikasih kulitnya…. Wkwkwkwk… =-=;
Soalnya pengalamanku makan di salah satu restoran di Takashimaya, Shinjuku. Waktu itu, aku pesen bebek Peaking seingatku setengah ekor, eh ternyata, yang disuguhi cuma kultinya doang, sedangkan dagingnya ampir aja dibuang…
Jadi kronologisnya, pas mau makan malah dikasih kulitnya doank itu berawal dari ketidak tahuan aku tentang budaya makan bebek disana. Jadi kenapa cuma dikasih kulitnya doang… sampai sekarang masih jadi misteri buatku, tapi kalau boleh kutebak, sepertinya antara repot, bau, atau takut flu burung, dsb. Nah jadi, ceritanya aku ama keluarga ku pesen bebek peaking di restoran China di situ, nah pas bebeknya keluar, kulihat salah satu pelayan disana kulihat lagi motongin, tapi dilihat cara potong bebeknya beda, dan aneh karena terlihat seperti sedang mengiris diantara daging dan kulitnya, ya… awalnya kupikir mungkin cara motongnya gitu kali…
Tapi, gak lama kemudian, bebeknya datang… tapi kulitnya doang… awalnya kupikir mungkin dagingnya nyusul… tapi… nunggu beberapa menit kemudian kok dagingnya ga muncul??
Lalu kutanya dengan manajer atau kepala pelayannya, kenapa dagingnya ga ada?
Dan si pelayan ngejawab, kalau disini (restoran) itu, daging bebek tidak pernah disajikan, dan hanya kulitnya saja yang disajikan. Waduh! Gara-gara itu, kebayang deh shocknya bokap dan nyokap sekaligus aku ama kakak kun…
Bebeknya mahal, tapi disajikannya begitu saja… busyeet!! Lalu, kronologisnya kenapa aku bisa dapetin dagingnya, meskipun dagingnya rasanya hambar dan setengah matang, itu karena aku coba protes, dsb… dan untungnya ada pelayan yang dari China, yang membantu saya menjelaskan bahwa di negara Indonesia, dan seperti di kebanyakan negara dengan penduduk keturunan China cara makan bebek yang seperti itu, justru bukan hal yang lazim, karena kita biasa makan bebek sama dagingn dan kulitnya. Akhirnya setelah berapa lama saya berargumentasi, akhirnya si pelayan yang orang Jepangnya ngalah, dan akhirnya ngasih… wkwkwkwk…
Tapi justru keluarga ku jadi kapok makan bebek di Jepang… (=_=;)
Jadi buat kalian yang keturuna Tionghoa, kalau makan bebek di Jepang, please tanya dulu apa dimakan ama dagingnya apa Cuma kulitnya…
“Ano, sumimasen, kore ha hada shika tabemasenka? niku to isshoni tabemasuka?”
^ sekiranya, cobalah tanyakan dengan kalimat itu.
Kalau dia bilang
“Hai, niku to hada mo tabemasu” berarti intinya daging ama kulitnya dimakan, jadi kalau mau pesan silahkan.
Tapi kalau ada istilah...
“iie... ” maka sebaiknya kalian jangan coba-coba, kalau tidak ingin uang kalian lenyap, hanya dengan makan kulit bebek… (/T_T)/

Kalau makan mcd!!
Hati-hati kebanyakan makanan di Jepang pake minyak babi!
Dan kemungkinan makanan di restoran cepat saji di sana make minyak babi, makanya wangi! >-<
Kalau yang anti babi... agak... waspada...

!! And berhubung mayoritas orang Indonesia adalah penggemar berat cabe... aku saranin bawalah satu botol cabe! Karena disana kalian hanya akan menemukan cabe bubuk dan wasabi… (/O3O)/  No sambalado!! Eh.. sambal…
(cabenya dimasukin ke bagasi ya!! Jangan di tas… ntar malah disuruh buang.)
Oh, dan dari pengalamanku, pernah ada satu orang Indonesia yang bawa payung tapi gagangnya berbentuk samurai. Hati-hati, kalau kalian punya benda semacam itu, mau itu benda tajam ataupun cuma imitasi, aku saranin sebaiknya taruh bagasi! Karena seperti bapak yang satu ini, justru payung dia ditahan gara-gara cuma karena bentuk gagangnya yang seperti gagang samurai. ( O3O;)

De... sekian tips, dari ku... semoga bermanfaat. 
Kalau ada komen atau saran yang membangun silahkan...
masukan dari para pembaca akan menjadi pembelajaran yang baik untuk saya. 
Maklum baru pertama kali bikin blog jalan seperti ini. 
Jadi mohon dukungannya.

よろしくね。
Hetalia Japan, By Himaruya Hidekazu 



No comments:

Post a Comment