Saturday, January 7, 2017

Tips! Pergi Ke Jepang Sendiri!

 Konnichiwa (again)
Seperti yang aku pernah katakan di blog ku sebelumnya, aku janjiin tentang tips-tips buat minna-san yang pingin ke Jepang sendiri.
Oke…
Kalau dari pengalaman ku sendiri waktu ke Jepang bulan Oktober 2016 lalu.
Waktu itu, kebetulan aku dapat tiketnya pas lagi ada promo Garuda Indonesia (aku lupa bulannya), sepertinya sekitar Juni-Juli gitu deh... seinget ku... (maaf kalau salah).
Nah ngomong-ngomong tips! Kalau minna-san pergi ke Jepang beberapa hal yang bisa jadi refrensi buat minnasan.

1. sebelum beli tiket, rencanakan dengan matang:
- Berapa lama hari yang minna-san perlukan untuk menikmati negeri Sakura.
- Kemana saja tempat yang ingin minna-san inginkan.
- Sebelum beli tiket! Cek dahulu kondisi iklimnya.
Karena seperti pengalaman ku waktu bulan Oktober itu, aku berencana untuk ke Jepang bulan pertengahan Oktober untuk bisa melihat momiji, tapi karena perkiraan yang tidak tepat, ternyata pas aku cek di website untuk perkiraan iklim dan musim disana, ternyata antara satu daerah di Jepang dengan daerah di Jepang yang lain ternyata momiji nya tidak serentak. Jadi pas aku lihat di website nya ternyata tempat yang momiji nya sudah merah hanya dari Hokkaido sampai Nikko saja. Sedangkan untuk Tokyo sampai selatan Jepang, masih dikatakan baru memasuki musim gugur. Jadi memang disana perubahan musimnya tidak terjadi secara serentak. Jadi menurutku alangkah baiknya jika sebelum berpegian atau bahkan membeli tiket, pastikan dulu musimnya.
Jadi, misalnya minna-san ingin pergi ke Jepang dengan tujuan untuk melihat sakura, sebaiknya coba cek di website ini: http://www.japan-guide.com/e/e2011_when.html , untuk memastikan kapan minna-san bisa melihat sakura. Jadi minna-san nanti ga akan takut kecewa datang pas timingnya ga tepat.
- Coba cek, apakah di tanggal-tanggal pas minna-san pergi kesana ada festival (matsuri) yang akan diadakan tidak?
Misalnya waktu akau di Jepang bulan Oktober lalu, kebetulan tanggal 22 Oktobernya ada Jidai Matsuri (untuk keterangan Matsuri bisa lihat di blog tentang Festival di Jepang), nah sekilah info aja, Jidai Matsuri adalah festival yang diselenggarakan di Jepang untuk mengingat sejarah-sejarah peradaban di Jepang, jadi minna-san bisa lihat peradaban masyarakat Jepang dari era Meiji, sampai era paling kuno. :3
(untuk peradaban akan ku jelaskan di blog selanjutnya). Nah kalau untuk melihat matsuri-matsuri itu nanti akan kujelaskan di blog selanjutnya jug, tentang Matsuri di Jepang.
Balik lagi ketopik, jadi kenapa aku sarankan untuk mengecek jadwal Matsuri, karena kalau menurutku aku sangat saranin minna-san untuk coba melihat festival-festival kebudayaan mereka. Terus terang gak akan kecewa deh! Aku malah pingin lagi nontonin Matsurinya. Oh ya bocoran nih! Jidai Matsuri itu diselenggarakannya di Kyoto, festivalnya itu adalah festival parade, dan Jalurnya adalah dari istana kekaisaran di Kyoto (Kyoto Imperial Palace) sampai ke Kuil Heian. Kemarin itu jadwalnya dari jam 12 siang (Kyoto Imperial Palace) sampai 4 sore (Kuil Heian).

Jidai Matsuri:Sumber Google

 Oh ya, untuk jadwal festival tahun ini, bisa minna-san cek di website ini:


Pemandangan Momiji (sumber:google)


Balik! Ke topik awal!!
Tips lain!
Berkenaan dengan Hotel nih!
1. Kalau hotel aku saranin cek lewat https://www.agoda.com/id-id/?cid=1753795, karena menurutku ini website cukup bisa depercaya, dan harganya lumayan sesuai dengan hati dan dompet. Untuk Hotel klo kalian ke Tokyo Aku saranin Sotetsu Fresa Inn Tokyo Kyobashi, karena selain harganya masih enak di dompet, tempatnya juga enak banget! Dekat dengan stasiun Tokyo. Selain itu dekat Daimaru. Hehehehe…
Oh ya ngomong-ngomong Daimaru, kalian pasti bertanya-tanya, apa itu Daimaru?
Daimaru itu ibarat department store nya khusus makanan, jadi ibarat kalau disini departemen store kayak Sogo dan Matahari isinya baju semua. Nah Kalau di Daimaru itu isinya makanan semua! WOW! Dan di stasiun Tokyo, Daimaru ada di Basement, dan Daimaru ada dua lantai, dan isinya makanan semua!
Tapi… jangan harap bisa makan di tempat… karena ga ada tempat duduk sama sekali. 
T-T
Jadi kalau mau makan, bisanya dibungkus, dan bawa balik ke hotel.
(selanjutnya tentang Daimaru akan ku jelasin di blog ku yang lain tentang spot2 asik di Jepang)
Daimaru at Tokyo Station (sumber: Google)

2. Ah! Selain itu, kalau menurut saranku, sebaiknya pilihlah hotel yang dekat dengan stasiun atau tempat makan, atau dekat dengan destinasi tujuan minnasan.
3. Kalau kalian ke Fuji, aku sangat sarankan Ryokan Shiki No Yado Mt. Fuji, tempatnya bagus banget! Depan hotel danau Kawaguchi, salah satu danau terbesar dan terkenal di Jepang, dan mintalah kamar yang menghadap arah gunung fuji. :3{ disitu kalian bisa dapat menikmati dua pemandangan luar biasa sekaligus.), Selain itu, di hotel ini, juga ada Onsen!! Siap-sipa saling liat-liatan, hehehehehe... Oh ya, selain itu, di hotel ini, makan dijamin dua kali sehari! Jadi ga perlu khawatir ama makan pagi dan malam. karena disitu jarang ada tempat makan, selain ada satu cafe dekat dengan danau Kawaguchi, letaknya disebrang hotel. (lupa namanya).
4. Kalau Osaka, aku paling saranin IBIS Styles Osaka, karena itu tempatnya tepat dibelakang Dontobori.
Dontobori itu adalah surga kuliner di Osaka! Disitu kalian gak perlu khawatir lagi buat nyari makan, karena dari ujung keujung isinya makanan semua!! WOW! Tinggal kalian bakal pusing nyari tempat makan yang kalian pinginin. (/O3O)/{karena saking banyaknya)
Di Osaka, kalian gak perlu khawatir ga ada yang bisa bahasa Inggris. Soalnya di Osaka, apalagi di Dontobori, banyak orang asing yang jadi pekerja disitu, apa lagi kalau kalian bisa bahasa mandarin... (disana banyak orang China atau Taiwan), bahkan kalian bisa ketemu orang Indonesia juga! Kebanyakan sih pelajar. Oh ya! Bahkan disana juga sering ada turis dari Korea! (buat yang fans Korea). ;P {soalnya kadang ada AL Korea yang singgah disitu... sapa tw ada yg singgah dihati minna-san ;P)



Dontobori Osaka (sumber: Iphone sendiri)

Buat transportasi!!
Minna-san aku paling saranin kartu JR PASS, karena:
1. JR Pass, adalah kartu masuk terusan yang bisa minna-san pake tiap kali minna-san bolak-balik masuk stasiun  yang merupakan JR punya. (Jangan masuk subway! Karena itu beda)
2. JR Pass, bisa untuk minna-san beli tiket shinkansen!
Menurut pengalaman ku, bulan Oktober tahun lalu, waktu itu aku dapat situasi dimana aku cuma beli tiket shinkansen arah Tokyo-Kyoto, padahal mestinya aku juga beli untuk arah Fuji dan Nikko. Alhasil, aku harus beli tiket shinkansen lagi… pikirku… eh ternyata pas aku urus tiket shinkansen untuk dua tujuan itu, sama petugas yang mengurusi tiketnya, ternyata aku hanya perlu menunjukan kartu JR Pass dan langsung dapat tanpa perlu bayar lagi. Selain itu JR Pass juga bisa dipakai untuk semua jenis transportasi yang merupakan satu perusahaan dengan JR. Jadi kalau minna-san pakai JR Pass, minna-san gak perlu lagi bayar atau susah-susah rogoh kocek buat bayar ongkos kereta, bus, dll yang merupakan milik perusahaan JR, karena minna-san udah punya kartu terusannya, jadi cukup kasih liat aja kartu JR Pass nya.
Oh ya ngomong-ngomong JR pass…
JR Pass sendiri punya paketnya loh, selain itu juga ada ketentuannya, termasuk jenis shinkansen yang bisa minna-san dapet. Karena ga semua shinkansen, minna-san bisa dapat naiki.
Tapi tenang saja untuk urusan keretanya, semua akan tertera dalam tiket shinkansen yang minna-san dapet. So, minna-san hanya perlu mencari peron dan jadwal shinkansen yang sesua dengan jenis dan nomor shinkansen yang tertera dalam tiket minna-san.
Oh ya, untuk paket dan ketentuan tentang JR PASS, minna-san bisa lihat di website resmi dari JR PASS:
3. Suica dan Pasmo…
Jadi Suica dan Pasmo ini ibarat kartu Flash disana. Aku kurang saranin sih... apa lagi kalau minna-san sudah punya JR PASS... tapi... kalau kalian ingin, aku saranin Suica. Karena:
1. Suica punya JR, dan itu dipakai dimanapun, bahkan menurut pengalamanku bahkan sampai Nikko dan Fuji, Suica paling banyak di pakai. (Di Kyoto Juga).
2. Pasmo, hanya bisa digunakan di daerah seperti di Tokyo, jadi kurang mencakup banyak tempat di Jepang. Jadi aku kurang menyarnkan.
Oh ya, lalu apa urusannya kedua kartu itu dengan transportasi?
Fungsi kedua kartu itu sudah ku jelaskan semacam kartu flash disana, jadi dengan kartu itu minna-san bisa bayar transportasi yang memiliki lambang suica atau pasmo, hanya dengan tapping. Jadi gak perlu rogoh kocek susah-susah buat nyari receh.
(di Jepang, kalian akan lebih banyak menemukan uang koin ketimbang uang kertas. Bwahahahahaha… :P)
Jadi sebenarnya, menurutku dengan JR PASS aja, sebetulnya sudah amat cukup, kalau kalian hanya kemanapun di Jepang. Kecuali kalau kalian pergi ke daerah tertentu yang punya jenis kartu transportasi tertentu, seperti di Nikko.
Oh ya, untuk JR Pass, kalian bisa mengurusnya di agen travel, dan aku saranin di HIS, waktu itu aku belinya disana, dan memang hanya ada disana. :3{HIS itu agen travel asli dari Jepang, jadi bisa dipercaya pelayanannya. Kalau mau urus visa, dengan agen ini saja, dijamin cepat!)
Suica Card and Pasmo Card (Sumber: Google)




 






JR PASS CARD
(sumber: Iphone sendiri)









Kalau mau masuk arena main seperti Osaka Universal Studio, dan Disney Land / Disney Sea
1. tips ku! Jangan pernah kesana kalau sedang ada event apapun!
Karena seperti pengalamanku waktu itu, aku datang ke Universal Studio padahal pas hari biasa (a.k.a hari orang kerja dan sekolah), tapi tebak apa yang kulihat di pintu masuk?
Manusia yang begitu banyak menunggu mengantri tiket didepat loket… WOW!! Baik anak sekolah maupun orang kerja! Busyeet! Aku pikir juga apa mereka bolos?
Tapi ternyata! Disana memang begitu, setiap di bulan yang ada season seperti, Halloween, Natal, dsb. Tempat-tempat main seperti itu pasti akan diserbu oleh banyak orang di Jepang, tidak peduli hari libur atau hari biasa. Jadi saranku jangan kesana pas bulan-bulan yang ada seasonnya!
Eits! Tapi kalau pun kalian mau kesana, aku paling saranin buat beli tiketnya di agen travel! Seperti di HIS. :3 Jadi, pas mereka berdempet-dempet ngantri kalian tinggal masuk layaknya boss! Oh dan jangan lupa tiket terusan!! Biar bener-bener masuk wahana like a boss. :3{karena dijamin di bulan2 itu, wahana apapun ngantrinya pasti akan bikin males duluan, saking panjangnya)
2. Disney Land dan Disney Sea!
Bedanya apa??
Bedanya adalah di Disney Land kalian akan lebih banyak menemukan spot-spot buat nongkrong ketimbang main. Sedangkan buat kalian yang lebih mencari attraction, aku paling saranin buat ke Disney Sea, karena wahananya permainannya lebih banyak. Bahkan aku paling saranin banget! Kecuali minna-san mau bawa anak kecil atau orang tua yang udah ga mungkin naik jet coaster dan sebagainya, aku saranin ke Disney Land. (6O3O)
Ngomong-ngomong di Disney Sea, lebih banyak wahana ekstrim ya! Jadi hati-hati yang punya penyakit!
And bocoran nich!! Kalau di Disney Sea paradenya ga keliling jalanan, tapi keliling danau buatan! Seru abis! Soalnya bukan pake mobil gitu, tapi pake kapal! :D{keren abis!!)

Kalau makan Bebek!!
Hati-hati yang pengen makan bebek di sana! Yang ada kalian bukannya dapet dagingnya, malah cuma dikasih kulitnya…. Wkwkwkwk… =-=;
Soalnya pengalamanku makan di salah satu restoran di Takashimaya, Shinjuku. Waktu itu, aku pesen bebek Peaking seingatku setengah ekor, eh ternyata, yang disuguhi cuma kultinya doang, sedangkan dagingnya ampir aja dibuang…
Jadi kronologisnya, pas mau makan malah dikasih kulitnya doank itu berawal dari ketidak tahuan aku tentang budaya makan bebek disana. Jadi kenapa cuma dikasih kulitnya doang… sampai sekarang masih jadi misteri buatku, tapi kalau boleh kutebak, sepertinya antara repot, bau, atau takut flu burung, dsb. Nah jadi, ceritanya aku ama keluarga ku pesen bebek peaking di restoran China di situ, nah pas bebeknya keluar, kulihat salah satu pelayan disana kulihat lagi motongin, tapi dilihat cara potong bebeknya beda, dan aneh karena terlihat seperti sedang mengiris diantara daging dan kulitnya, ya… awalnya kupikir mungkin cara motongnya gitu kali…
Tapi, gak lama kemudian, bebeknya datang… tapi kulitnya doang… awalnya kupikir mungkin dagingnya nyusul… tapi… nunggu beberapa menit kemudian kok dagingnya ga muncul??
Lalu kutanya dengan manajer atau kepala pelayannya, kenapa dagingnya ga ada?
Dan si pelayan ngejawab, kalau disini (restoran) itu, daging bebek tidak pernah disajikan, dan hanya kulitnya saja yang disajikan. Waduh! Gara-gara itu, kebayang deh shocknya bokap dan nyokap sekaligus aku ama kakak kun…
Bebeknya mahal, tapi disajikannya begitu saja… busyeet!! Lalu, kronologisnya kenapa aku bisa dapetin dagingnya, meskipun dagingnya rasanya hambar dan setengah matang, itu karena aku coba protes, dsb… dan untungnya ada pelayan yang dari China, yang membantu saya menjelaskan bahwa di negara Indonesia, dan seperti di kebanyakan negara dengan penduduk keturunan China cara makan bebek yang seperti itu, justru bukan hal yang lazim, karena kita biasa makan bebek sama dagingn dan kulitnya. Akhirnya setelah berapa lama saya berargumentasi, akhirnya si pelayan yang orang Jepangnya ngalah, dan akhirnya ngasih… wkwkwkwk…
Tapi justru keluarga ku jadi kapok makan bebek di Jepang… (=_=;)
Jadi buat kalian yang keturuna Tionghoa, kalau makan bebek di Jepang, please tanya dulu apa dimakan ama dagingnya apa Cuma kulitnya…
“Ano, sumimasen, kore ha hada shika tabemasenka? niku to isshoni tabemasuka?”
^ sekiranya, cobalah tanyakan dengan kalimat itu.
Kalau dia bilang
“Hai, niku to hada mo tabemasu” berarti intinya daging ama kulitnya dimakan, jadi kalau mau pesan silahkan.
Tapi kalau ada istilah...
“iie... ” maka sebaiknya kalian jangan coba-coba, kalau tidak ingin uang kalian lenyap, hanya dengan makan kulit bebek… (/T_T)/

Kalau makan mcd!!
Hati-hati kebanyakan makanan di Jepang pake minyak babi!
Dan kemungkinan makanan di restoran cepat saji di sana make minyak babi, makanya wangi! >-<
Kalau yang anti babi... agak... waspada...

!! And berhubung mayoritas orang Indonesia adalah penggemar berat cabe... aku saranin bawalah satu botol cabe! Karena disana kalian hanya akan menemukan cabe bubuk dan wasabi… (/O3O)/  No sambalado!! Eh.. sambal…
(cabenya dimasukin ke bagasi ya!! Jangan di tas… ntar malah disuruh buang.)
Oh, dan dari pengalamanku, pernah ada satu orang Indonesia yang bawa payung tapi gagangnya berbentuk samurai. Hati-hati, kalau kalian punya benda semacam itu, mau itu benda tajam ataupun cuma imitasi, aku saranin sebaiknya taruh bagasi! Karena seperti bapak yang satu ini, justru payung dia ditahan gara-gara cuma karena bentuk gagangnya yang seperti gagang samurai. ( O3O;)

De... sekian tips, dari ku... semoga bermanfaat. 
Kalau ada komen atau saran yang membangun silahkan...
masukan dari para pembaca akan menjadi pembelajaran yang baik untuk saya. 
Maklum baru pertama kali bikin blog jalan seperti ini. 
Jadi mohon dukungannya.

よろしくね。
Hetalia Japan, By Himaruya Hidekazu 



Tips Jalan-jalan ke Luar Negeri (Jepang)

Konnichiwa !!
Jalan-jalan ke Jepang, pasti enak banget !
Pasti banyak orang yang ingin pergi berkunjung ke negeri Sakura. Ya meskipun budget yang diperlukan mahal… -_- ;
Memang tidak bisa dipungkiri untuk bisa pergi berkunjung ke negeri Sakura memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ditambah jika kita mengingat bahwa di sana masih sedikit orang Jepang yang bisa berbahasa Inggris…
Tentu itu akan menambah tantangan tersendiri bagi para travelers yang ingin pergi berlibur kesana.
Maka tidak heran jika banyak orang yang memilih menggunakan jasa travel supaya ada tour guide (pemandu) yang dapat membantu minna-san untuk bisa menikmati negeri Sakura tanpa perlu khawatir kendala bahasa.
Aku juga setuju, memang enak jika menggunakan jasa travel yang menyediakan jasa tour guide, jadinya kita gak perlu khawatir dengan bahasanya, plus ! gak perlu capek-capek buat ngurusin segala keperluan (cukup ingat pasport, keperluan sehari-hari, dan duit (buat jajan)), selain itu untuk urusan makan, kita tidak perlu repot mengkhawatirkannya, karena semua sudah diurus oleh agen travel. Kemudian ditambah, tidak perlu khawatir capek jalan, karena pasti akan disediakan bus dan segala bentuk transportasi, jadi gak perlu capek-capek jalan.
But !
Jalan sendiri menurutku juga memiliki keunggulannya tersendiri loh !
Nah berikut aku ingin kasih tau nih, kelebihan dan kekurangannya ketika kalian pergi berlibur ke Jepang, atau kemana pun kalau pakai jasa pariwisata, dengan jalan sendiri. :3
Semoga bermanfaat.

Jalan-jalan pakai jasa travel  (alias pake tour guide).

Seperti yang sudah aku sebutkan sebagian diatas, kalau berpegian dengan menggunakan jasa tour guide dari agen travel yang resmi, memang akan memberikan keuntungan tersendiri.
1. untuk mengurus tiket, pasport, hotel, makan, transportasi, dan segala bentuk dokumen-dokumen untuk mengurus izin perjalanan semua pasti ditanggung dan diurusin oleh biro perjalanan. So minna-san ga perlu capek-capek dari awal untuk mengurusi itu semua. Alias, minna-san cukup memikirkan baju, peralatan sehari-hari minna-san, dan jangan lupa uang (nanti ga bisa jajan), hehehehe...

2. Kalau sudah tiba disana, minna-san gak perlu khawatir transportasi, atau cara menuju hotel ataupun tempat tujuan, karena dari biro travel, minna-san pasti akan disediakan fasilitas transportasi yang nyaman, yakni bus pariwisata :P (bohong klo ga tw). So minna-san kalau mau pergi kemanapun cukup duduk manis, dan menikmati kanan-kiri minna-san, dan dalam waktu sekejap bapak untensha-nya (driver) akan mengantarkan minna-san menuju tempat tujuan.

3. Untuk makan, tenang minna-san pasti akan diberikan makan tiga kali sehari, bahkan pas kalian makan akan diberi makanan bejibun. Kadang ampe perut berasa mau meledak... -_-;
Kalau pake jasa travel, pasti minna-san akan diberi makan yang enak, dan kalian ga perlu pusing memikirkan ‘mau makan dimana, atau mana yang murah, dsb’, karena yang jelas udah dipersiapkan oleh agen travel, Desukara... minna-san cukup datang, duduk manis, and makan dengan lahap ampe, kalian puas. Udahannya gak perlu mikirin bill, ya iyalah, kan bill-nya udah minna-san bayar pas mengurus pembayaran untuk ikut program mereka, so yang bayar sebenarnya kalian Cuma diwakilin sama agen travel. Jadi pas selesai, tinggal cabut. :P

4. Kalau kalian jalan-jalan pake agen travel, untuk urusan hotel minna-san ga perlu khawatir, karena agen travel minna-san pasti akan memberi hotel yang minimal bintang tiga, tapi seringnya sih dikasih yang diatas bintang tiga... (bintang kejora)... hehehehe... kali...
Ngomong-ngomong hotel, apalagai kalau kita ngomongin di Jepang, well... harganya kalau yang bintang tiga aja jarang ada yang dua jutaan… so, kalau lewat agen travel yang bisa kasih lebih murah... itu biasa karena si agen travelnya punya kerja sama, jadi bisa dapet diskon. Coba kalau minna-san yang pesen sendiri... harganya mesti bikin dompet nangis... T-T.
Jadi... enaknya kalau pake agen travel, minna-san gak perlu khawatir soal hotel, alias kalian cukup duduk manis, dan tiba-tiba kalian akan berada di hotel yang kadang bikin melongo... saking kerennya, and kalian cuma dukup nungguin kunci kamar, and bisa langsung cabut tidur ke kamar minna-san. :P

5. Ngomong-ngomong yang pentingnya... kalau minna-san pake agen travel, juga enak apalagi kalau minna-san pergi ke tempat-tempat yang sejatinya susah kalau minna-san pingin masuk sendiri. Seperti pabrik, ataupun tempat-tempat tertentu. Kalau pergi sendiri kadang gak diizinin masuk, apalagi kalau itu pabrik... beugh... tapi, kalau dengan tour guide dari agen travel resmi, tenang aja, minna-san ibarat bagaikan direktur utama pabrik itu. 100% pasti boleh masuk. X3

6. Enaknya kalau pergi dengan agen travel, udah pasti minna-san dapet temen baru (mungkin jodoh) dan kalau pergi ke arena bermain seperti Disney Land, ga bakal bosen, karena rame2!

7. Yang penting! Enaknya kalau minna-san pake agen travel! Pastinya minna-san gak perlu khawatir dengan kendala bahasa. Apalagi kalau minna-san ke negara yang kebanyakan penduduknya masih asing dengan bahasa Inggris, contohnya seperti di Jepang. Kalau pake agen travel, sudah ada sang pemandu wisata A.K.A tour guide yang akan menjadi perantara minna-san untuk berbicara. So, tidak ada masalah tidak bisa bahasa mereka. :D

Tapi...
Jalan-jalan sendiri juga ada keuntungannya sendiri...
Keuntungannya tuh seperti:
Kalau menurut pengalamanku waktu ke Jepang sendiri sama keluarga:
1. Untuk budget, minna-san bisa menekan budget sampai semurah-murahnya menurut minna-san. Karena, menurutku kalau agen travel kan gak mungkin kasih minna-san fasilitas serba budget, karena itu akan menurunkan kualitas pelayanan mereka. So kalau pake agen travel murahnya mereka, belum tentu murah di hati minna-san. Karena kalau pihak mereka, lebih baik mahal sedikit tapi pelayanannya memuaskan, ketimbang budget terbatas tapi pelayanannya bikin kesel. Ya kan...?
So enaknya kalau minna-san pingin perjalanan yang irit isi dompet, lebih baik berpegian sendiri. Sebab minna-san bisa atur sendiri budget yang minna-san inginkan. Mulai dari hotel, hingga tempat makan, semua bisa diatur sesuai dengan kemampuan yang sesuai dengan keinginan minna-san.

2. Selain itu, kalau pergi sendiri enaknya, minna-san bisa pergi ke tempat-tempat yang memang sesuai dengan hati minna-san. Karena menurut pengalamanku, biasanya kalau pakai agen travel, kebanyakan perginya ketempat-tempat yang belum tentu minna-san bakal sukai. Kalau dari pengalamanku yang terakhir di Shanghai... tempat-tempat yang dikunjungi kebanyakan seperti tempat penjual obat, toko perhiasan, and rumah teh... a.k.a tempat shopping orang tajir... (=_=), yah... soalnya itu juga dapet kursi dari undangan oma yang tinggal di Hongkong... (namanya juga undangan...).
Terus terang waktu itu, bener-bener bosen banget. Mana tempatnya cuma ngeliatin orang shopping mulu... kalau orang tajir, belanja itu hal yang berbeda... (yang belanja kebanyakan mak-mak dan bapak-bapak), yang anak mudanya bengong... Sedangkan kalau minna-san pergi sendiri tanpa diatur jadwal travel, minna-san bisa atur sendiri kemana minna-san ingin. Terus terang seperti pengalamanku di Jepang beberapa bulan yang lalu. Aku sendiri merasa puas, karena bisa mengunjungi tempat-tempat, dan bahkan festival kebudayaan sana yang belum tentu bisa minna-san rasakan kalau ikut agen travel.

3. Kalau pergi sendiri, minna-san bisa merasakan berbagai macam pengalaman tak terlupakan yang belum tentu akan dirasakan kalau minna-san ikut travel. Misalnya, kalau dari pengalamanku waktu di Jepang beberapa bulan yang lalu. Nyari jalur kereta ampe ngerasain rasanya naik kereta di jam-jam rush hour (kemana-mana pakai kereta). Di Jepang, seperti di Tokyo dan Osaka, minna-san kalau jalan sendiri, pasti akan merasakan yang namanya naik kereta setiap hari. Karena disana kereta (subway, JR) adalah salah satu jenis transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat sana untuk berpegian, baik ke kantor, ke sekolah, dll. Disana jarang menggunakan Taxi, apalagi kendaraan pribadi, kecuali sepeda. Selain Kereta, minna-san juga bisa mengandalkan bus... tapi... kalau minna-san dikejer waktu, saya kurang menyarankan menggunakan bus,  karena bus tidak punya jalur tetap seperti di kereta, jadi minna-san harus tau dan yakin dengan nomor bus nya... karena kalau salah naik bus, bisa-bisa minna-san malah turun ditempat yang aneh... Mau ke Fuji malah ke Aokigahara... kan serem... (=_=;)
Jadi kalau mau naik bus, tidak dianjurkan bagi yang bawa keluarga. Kalau sendiri, kalian nyasar, masih seenggaknya tanggung jawab kalian cuma terhadap diri kalian sendiri, klo nyasar ama temen-temen kan susah rame-rame, alias minna-san bisa dapet pengalaman yang tidak terlupakan bersama. :P{sapa bilang nyasar berarti sial? Wong klo kalian nyasar, kalian akan mendapatkan petualangan yang seru.)
! oh ya klo kalian nyasar disana, don’t worry! Ada pak polisi dan taxi yang siap mengantar kalian kembali ke hotel, asal kalian punya alamat hotelnya. (so, tips dari aku, setiap kali kalian tiba di hotel, segera mintalah kartu namanya. Jadi kalau sekali waktu kalian nyasar, kalian bisa tunjukin dimana kalian menginap, so kalian bisa diantarkan sampai hotel.)

4. Kalau jalan sendiri, plusnya, terutama bagi kalian yang ingin memperlancar bahasa asing, inilah kesempatan kalian untuk melakukan uji coba. Dan berhubung kalian adalah satu-satunya harapan bagi kelompok jalan kalian, maka segala hal yang berhubungan dengan tanya-tanya dan komunikasi… pastinya akan dibebankan pada kalian. No need to be worry! Kalian bisa mengerti bahasa mereka kok! Hanya perlu keberanian untuk mencoba. Salah? It’s fine! Namanya juga belajar. Aku juga gitu kok, waktu aku ke Jepang bulan Oktober yang lalu. Karena kebetulan di keluarga ku cuma aku yang bisa bahasa Jepang, makanya waktu aku ke sana justru keluargaku memintaku yang menjadi pemimpin perjalanan. So disana memang capek, tapi terus terang setelah pulang dari sana, aku puas banget bisa nyoba mempraktekan seberapa jauh kemampuan bahasa Jepang yang kumiliki. Yah meskipun sejatinya aku sering ngomong blepotan… tapi untungnya disana orang-orangnya baik dan ramah. Disana aku juga jadi belajar untuk lebih memahami istilah-isitlah yang aku belum kenal.

Kalau menurut pengalamanku pergi sendiri maupun pergi dengan agen travel, keduanya sama-sama menyuguhkan keunggulannya sendiri. Tapi balik lagi kediri kita masing-masing karena apapun pilihannya minumnya *** ***** ***** eh… salah…
Maksudnya apapun pilihannya, semua ada untung dan ruginya, tergantung mana yang kita suka.
Kalau aku, terus terang lebih suka pergi sendiri, karena dengan pergi sendiri banyak pengalaman yang secara langsung bisa kurasakan, selain itu pergi sendiri lebih memberikan tantangan maksimal untuk aku bisa memaksimalkan kemampuan bahasa yang kumiliki. :3

Jadi minna-san mana pilihan kalian untuk jalan-jalan nanti?
Kalau pergi Ke Jepang aku akan kasih tips-tips nya.